26 Agustus 2016 15:38:09
Ditulis oleh admin

Sejarah Desa

Sejarah Desa NgujuranSejarah Desa Ngujuran

Pada zaman dahulu tepatnya zaman kerajaan majapahit ada seorang putri mengadakan sayembara. Sayembara tersebut menceritakan seorang putri yang bersedia menikah apabila orang yang akan menikahi putri tersebut bisa membuatkan lautan dengan waktu satu malam sebelum ayam jantan berkokok. Pengumuman tersebut telah sampai pada semua penduduk bahkan telah sampai ke pelosok- pelosok desa.

Setelah sayembara di umumkan banyak orang yang mengikuti sayembara tersebut. Tetapi tidak satu orang pun sanggup membuatkan lautan yang menjadi permintaan dari putri tersebut. Akan tetapi muncul seorang pemuda yang ahirnya bersedia menyanggupi permintaan putri.

Pada suatu malam pemuda tersebut mulai mengerjakan permintaan dari sang putri, malam semakin larut, lama kelamaan lautan sudah mulai terbentuk sedikit demi sedikit lengkap dengan perahunya, akan tetapi pekerjaan belum selesai terdengarlah suara kokok ayam jantan yang menandakan malam akan berganti pagi, sehingga pekerjaan pemuda tersebut yang belum selesai kembali berubah menjadi daratan dan kapal yang di buat pun menjadi hancur berkeping-keping. Ahirnya pemuda tersebut gagal mempersunting sang putri.

Dan ketika pemuda tersebut melihat perahu yang di buatnya hancur dan terbawa angin. Pemuda tersebut berkata “ kalau daratan ini menjadi sebuah desa, maka desa tersebut di beri nama JURAN yang memiliki arti mencari kejujuran”.

Dan layar perahu tersebut terlempar ke selatan Desa Ngujuran yang di namakan tanah sawah selayar. sampai saat ini sawah selayar tetap ada di selatan Desa Ngujuran.

Dengan latar belakang masyarakat bersama bapak Kepala Desa Marsam KS. untuk mendidik berperilaku yang baik sesuai agama, pemerintahan, berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu munculan itikat baik dari hati nurani yang paling dalam mencetuskan nama Ngudi untuk di tambah kan nama desa juran. Alahasil menjadi nama desa ngujuran yang berarti “Ngudi kejujuran” semoga dengan itikat yang baik ini yang kuasa selalu meridhoi dan memberi berkah di masa masa yang akan datang.

Dengan seiring berjalanya waktu di lanjutakan kepemimpinan kepala desa ngujuran yang memiliki wilayah dengan istilah warga ngujuran DUPLAKSIRAN. yang artinya Mundu, Ngemplak, Bangsri, Juran. Dengan pintu utama masuk desa ngujuran adalah Dusun Ngebrak / Dusun Ngaglik, pada kala itu perbatasan wilayah desa ngujuran paling barat. Setiap matahari terbenam pintu masuk desa ngujuran di tutup oleh pagar dan pada saat itu seorang penjaga pagar ada keperluan lain sehingga pagar tersebut masih tertutup. ada seorang tamu yang ingin berkunjung di desa ngujuran dan pintu tersebut masih tertutup dan ahirnya tertabrak. Maka jadilah dusun Ngebrak yang sekarang menjadi dusun ngaglik.

 


Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus